Selasa, 20 Mei 2014

Profesionalisme, Ancaman Melalui IT, dan Contoh Kasus Cyber Crime

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang professional.
            Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar profesional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Ancaman Ancaman TI:
1.      Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
2.      Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.
3.      Unauthorized Access to Computer System and Service
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.
4.      Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
5.      Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.
6.      Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.

Kasus Cyber Crime:
1.      Pada tahun 2009, pamor social media yang sedang naik daun yaitu twitter, disisipi virus worm, dimana virus tersebut mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Dan ditahun yang sama pada Agustus 2009, twitter kembali jadi bahan empuk penyerangan oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Dimana ketika pengguna mengklik iklan tersebut, maka secara langsung pengguna malah mendownload trojan tersebut Downloader.Win32.Banload.sco. dan yang perlu dipahami bahwa virus trojan sangat sulit untuk di basmi dengan menggunakan antivirus, biarpun antivirus itu bisa mendeteksi trojan, belum tentu bisa menghancurkan virus tersebut, dan antivirus yang cukup mmpuni untuk menghacurkannya adalah pcmac aka ramnit killer, karna trojan sendiri adalah salah satu virus malicius yang kalo sudah menginfeksi, dia akan liar dan akan terus menginfeksi.

2.      Kasus judi bola online pada sekitaran tahun 2006 yang lalu, dimana dalam kasus ini sang bandar melakukan aksinya dengan menyuruh orang-orang yang ingin bertaruhan diharuskan mendaftar ke admin situs yang bandar tersebut suruh untuk melakukan registrasi sebgai member, atau bisa juga melalukan registrasi melalui sms ke no yang sudah ditunjuk oleh bandar judi tersebut. Dan dalam praktiknya judi tersebut dilakukan dengan melakukan taruhan dengan cara menebak skor yang ada pada liga-liga bola internasional seperti liga inggris, jerma, dan italia. Dan untuk taruhan yang dipasang minimal harus 100 ribu, dan apabila tebakan skor anggota tersebut benar, maka anggota tersebut berhak mendapat hadiah sebesar 100 ribu bahkan lebih, dan itu pun setelah bandar memotong pajak dari hadiah yang dimenangkan.


Referensi:
http://dimasamiluhur.blogspot.com
http://cyberlawncrime.blogspot.com

http://wedarma.blogspot.com

Rabu, 07 Mei 2014

Resensi Novel dan Film The Godfather

Sinopsis
Godfather adalah sang pemimpin Mafia bernama Don Vito Corleone, pria pemurah yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan. Ia pria yang ramah, "logis", adil dan pemimpin kelompok paling mematikan di Cosa Nostra. Pusat komando Godfather berada di Long Island, tempat ia memimpin kerajaan bawah tanah raksasa yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegal, perjudian, taruhan pacuan kuda, dan serikat buruh. Tiran, pemeras, pembunuh ia memberikan persahabatannya (tak ada yang berani menolak) dan menentukan mana yang benar dan mana yang salah (pembunuhan halal dilakukan demi keadilan). The Godfather memaparkan kehidupan Mafia New York City: perebutan kekuasaan, penghargaan terhadap keluarga, cinta, dan loyalitas, dan berbagai konsekuensi hidup di tengah pembunuh, korupsi, dan balas dendam. Para tokohnya merupakan karakter-karakter kompleks yang memiliki harapan, impian, dan ketakutan, tapi juga merupakan pembunuh keji.

Resensi
The Godfather menceritakan kisah keluarga Mafia yang dipimpin oleh Don Vito Corleone, ia dikenal sebagai salah satu pemimpin Mafia Sisilia yang disegani. Corleone dikenal sebagai seorang pria yang logis, adil dan murah hati. Ia kerap didatangi siapa saja untuk dimintai bantuan. Ia tidak pernah memberikan janji kosong. Hanya satu hal yang diinginkanya, yaitu orang itu menyatakan persahabatannya pada Corleone. Hal ini menyebabkan dirinya digelari “Don” yang terhormat, dan panggilan lainnya yang lebih penuh kasih, “Godfather”.
Awalnya keluarga Corleone hidup secara aman. Bisnisnya berjalan dengan lancar dan menguntungkan. Namun ketentraman ini terganggu ketika Sollonzo yang didukung keluarga mafia Tattaglia, salah satu dari Lima Keluarga Mafia yang berpengaruh di Amerika sekaligus saingan utama keluarga Corleone mengajaknya untuk bekerja sama melakukan bisnis narkotika. Don Corleone menolak. Penolakan Don Corleone menimbulkan sakit hati bagi Sollonzo dan keluarga mafia Tattaglia. Ditambah dengan kenyataan bahwa tanpa dukungan Corleone tak mungkin bagi Sollonzo untuk melaksanakan bisnis narkotikanya. Don Corleone kemudian ditembak oleh kaki tangan Sollonzo. Peristiwa ini memicu terjadinya perang antar mafia.
Don Corleone luput dari maut, namun terluka cukup parah. Selama Don Corleone dalam perawatan, pimpinan keluarga Corleone dikendalikan oleh Sonny Corleone, putra kedua Don Corleone dan dibantu oleh Tom Hagen selaku consigliere (penasehat) keluarga Corleone. Belum pulihnya Don Corleone dimanfaatkan oleh keluarga Tattaglia untuk membalas dendam kematian Sollonzo dan memuluskan bisnis narkotikanya. Hal ini membuat Don Corleone yang bijak mengambil langkah untuk menghentikan balas dendam antar keluarga yang tiada akhir. Suskes dengan misi damainya Sang Godfather mengundurkan diri dari dunia mafia. Cerita belum berakhir. Putra bungsu Corleone, Michael Corleone dengan langkah-langkah briliannya terus berusaha untuk mengembalikan kejayaan keluarga Corleone.
Mario Puzo dalam novelnya ini mengemas kisah keluarga Corleone dengan kerajaan bawah tanahnya dengan menarik. Sejak awal pembaca akan diikutsertakan dalam sebuah petualangan sepak terjang sang Godfather beserta tokoh-tokohnya yang memiliki beragam karakter yang kompleks. Terlepas dari benar tidaknya gambaran yang diberikan Puzo dalam novelnya ini, sepak terjang Mafia dalam kehidupan masyarakat Amerika memang tak dak dapat dipungkiri keberadaannya. Ketika The Godfather terbit, novel ini mendapat sambutan yang sangat baik. Puzo bahkan menjadi penulis tenar dan The Godfather kini menjadi novel klasik yang akan dikenang sepanjang masa. Kesuksesan The Godfather berlanjut ketika novel ini dilirik oleh sutradara Francis Ford Copolla yang bersama-sama Puzo mengadaptasi novel ini ke layar perak. Puzo dan Copolla memperoleh Oscar untuk Skenario Adaptasi Terbaik. Difilmkan pada tahun 1972, The Godfather dibintangi Marlon Brando, Al Pacino, James Caan, Robert Duvall, dan Diane Keaton. Film ini memperoleh 10 nominasi Oscar dan akhirnya memenangkan Film Terbaik, Pemeran Utama Terbaik (Marlon Brando), dan Skenario Adaptasi Terbaik (Mario Puzo dan Francis Ford Coppola).