NAMA :
Aditama Tejaputra
NPM :
10110176
KELAS : 4KA20
DOSEN :
KUNTO BAYU A,ST
Pengertian White Box
Testing White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam
modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada
kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai
dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan
parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan
diperbaiki, kemudian di-compile ulang.
Dengan menggunakan
white box akan didapatkan kasus uji yang : • Menguji semua keputusan logikal •
Menguji seluruh Loop yang sesuai dengan batasannya • Menguji seluruh struktur
data internal yang menjamin validitas.
Kelebihan White Box Testing • Kesalahan Logika
Digunakan pada sintaks ‘if’ dan pengulangan. Dimana White Box Testing akan
mendeteksi kondisi-kondisi yang tidak sesuai dan mendeteksi kapan proses
pengulangan akan berhenti.
• Ketidaksesuaian asumsi Menampilkan asumsi yang
tidak sesuai dengan kenyataan, untuk di analisa dan diperbaiki.
• Kesalahan ketik Mendeteksi bahasa pemrograman yang
bersifat case sensitive.
Kelemahan White Box Testing Untuk perangkat lunak
yang tergolong besar, White Box Testing dianggap sebagai strategi yang
tergolong boros, karena akan melibatkan sumber daya yang besar untuk
melakukannya.
Pengertian Black Box,
Black-box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes
fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau
kerja (lihat pengujian white-box). Pengetahuan khusus dari kode aplikasi /
struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan.
Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa
yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak,
termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes
ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional.
Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output
yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Kelebihan Black Box:
– Dapat memilih subset test secara efektif dan
efisien
– Dapat menemukan cacat
– Memaksimalkan testing investmen
Kelemahan
Black Box:
– Tester tidak pernah yakin apakah PL tersebut benar
– benar lulus uji.