Senin, 31 Maret 2014

Pengujian White box dan Black Box

NAMA      : Aditama Tejaputra
NPM          : 10110176
KELAS      : 4KA20
DOSEN     : KUNTO BAYU A,ST

Pengertian White Box Testing White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang.
Dengan menggunakan white box akan didapatkan kasus uji yang : • Menguji semua keputusan logikal • Menguji seluruh Loop yang sesuai dengan batasannya • Menguji seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.
Kelebihan White Box Testing • Kesalahan Logika Digunakan pada sintaks ‘if’ dan pengulangan. Dimana White Box Testing akan mendeteksi kondisi-kondisi yang tidak sesuai dan mendeteksi kapan proses pengulangan akan berhenti.
• Ketidaksesuaian asumsi Menampilkan asumsi yang tidak sesuai dengan kenyataan, untuk di analisa dan diperbaiki.
• Kesalahan ketik Mendeteksi bahasa pemrograman yang bersifat case sensitive.
Kelemahan White Box Testing Untuk perangkat lunak yang tergolong besar, White Box Testing dianggap sebagai strategi yang tergolong boros, karena akan melibatkan sumber daya yang besar untuk melakukannya.

Pengertian Black Box, Black-box testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box). Pengetahuan khusus dari kode aplikasi / struktur internal dan pengetahuan pemrograman pada umumnya tidak diperlukan. Uji kasus dibangun di sekitar spesifikasi dan persyaratan, yakni, aplikasi apa yang seharusnya dilakukan. Menggunakan deskripsi eksternal perangkat lunak, termasuk spesifikasi, persyaratan, dan desain untuk menurunkan uji kasus. Tes ini dapat menjadi fungsional atau non-fungsional, meskipun biasanya fungsional. Perancang uji memilih input yang valid dan tidak valid dan menentukan output yang benar. Tidak ada pengetahuan tentang struktur internal benda uji itu.
Kelebihan Black Box:
– Dapat memilih subset test secara efektif dan efisien
– Dapat menemukan cacat
– Memaksimalkan testing investmen
Kelemahan  Black Box:

– Tester tidak pernah yakin apakah PL tersebut benar – benar lulus uji.