Tidak
seperti biasanya, liburan kali ini saya dan sekeluarga pergi ke Waduk Jatiluhur.
Acara liburan yang singkat dan dekat ini ternyata tidak terlalu mengecewakan,
bahkan jauh lebih menyenangkan daripada liburan ke anyer semester lalu. Pemandangan
yang disuguhkan sungguh memesona, dimana keindahan alam dipadu dengan
pengelolaan yang apik dan ditambah lagi dengan tidak terlalu ramainya suasana
di tempat tersebut. Nilai tambah dari berkunjung ke tempat ini selain
disuguhkan pemandangan yang indah, kita juga dapat melihat bagaimana bentuk
dari salah satu pembangkit listrik di Pulau Jawa ini. Kita bisa membayangkan
seberapa besar generator yang tertanam di PLTA tersebut dan seberapa deras air
yang meluncur ke dalamnya.
Di
tengah-tengah waduk tersebut terdapat banyak sekali keramba ikan. Bila dilihat
dari kejauhan keramba-keramba ini tampak seperti perkampungan di tengah waduk.
Keramba-keramba ini dipakai oleh penduduk untuk beternak ikan, walaupun ada
juga yang sengaja memanfaatkannya untuk dijadikan arena wisata seperti restoran
dan tempat pemancingan. Menurut data yang saya dapat, bahwa keramba-keramba
yang ada di waduk Jatiluhur ini sudah terlalu banyak dan melebihi kapasitas.
Keramba dapat mencemari air waduk karena makanan ikan-ikannya yang tersisa akan
mengendap di dasar waduk. Sedangkan berdasarkan siklus hidrologi waduk
Jatiluhur akan mengalami flow-up dalam beberapa tahun sekali, dimana air akan mengangkat
kotoran-kotoran yang mengendap dan inilah yang menyebabkan ikan-ikan di waduk
mati. Dalam hal pengalaman makan di atas keramba sendiri saya merasa sangat
nyaman dengan tempat tersebut karena mungkin inilah pengalaman pertama saya
makan dikelilingi pemandangan air. Namun, hal itu ternoda oleh masakan yang
disuguhkan oleh restoran tersebut. Dalam hal rasa mungkin masih bisa dikatakan
standar, namun dari harga sudah kelewat mahal !!! Mungkin wajar bila harga
mahal namun porsi banyak, tapi yang saya dapat adalah porsi yang kecil dan tak
cukup untuk makan sekeluarga. Untuk pergi ke keramba saya harus menaiki perahu.
Harga perahu awalnya tanpa ditawar adalah 80-100 ribu, namun kita bisa
menawarnya hingga harga 40-50 ribu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar