Selasa, 29 April 2014

Waduk Jatiluhur

Tidak seperti biasanya, liburan kali ini saya dan sekeluarga pergi ke Waduk Jatiluhur. Acara liburan yang singkat dan dekat ini ternyata tidak terlalu mengecewakan, bahkan jauh lebih menyenangkan daripada liburan ke anyer semester lalu. Pemandangan yang disuguhkan sungguh memesona, dimana keindahan alam dipadu dengan pengelolaan yang apik dan ditambah lagi dengan tidak terlalu ramainya suasana di tempat tersebut. Nilai tambah dari berkunjung ke tempat ini selain disuguhkan pemandangan yang indah, kita juga dapat melihat bagaimana bentuk dari salah satu pembangkit listrik di Pulau Jawa ini. Kita bisa membayangkan seberapa besar generator yang tertanam di PLTA tersebut dan seberapa deras air yang meluncur ke dalamnya.

Di tengah-tengah waduk tersebut terdapat banyak sekali keramba ikan. Bila dilihat dari kejauhan keramba-keramba ini tampak seperti perkampungan di tengah waduk. Keramba-keramba ini dipakai oleh penduduk untuk beternak ikan, walaupun ada juga yang sengaja memanfaatkannya untuk dijadikan arena wisata seperti restoran dan tempat pemancingan. Menurut data yang saya dapat, bahwa keramba-keramba yang ada di waduk Jatiluhur ini sudah terlalu banyak dan melebihi kapasitas. Keramba dapat mencemari air waduk karena makanan ikan-ikannya yang tersisa akan mengendap di dasar waduk. Sedangkan berdasarkan siklus hidrologi waduk Jatiluhur akan mengalami flow-up dalam beberapa tahun sekali, dimana air akan mengangkat kotoran-kotoran yang mengendap dan inilah yang menyebabkan ikan-ikan di waduk mati. Dalam hal pengalaman makan di atas keramba sendiri saya merasa sangat nyaman dengan tempat tersebut karena mungkin inilah pengalaman pertama saya makan dikelilingi pemandangan air. Namun, hal itu ternoda oleh masakan yang disuguhkan oleh restoran tersebut. Dalam hal rasa mungkin masih bisa dikatakan standar, namun dari harga sudah kelewat mahal !!! Mungkin wajar bila harga mahal namun porsi banyak, tapi yang saya dapat adalah porsi yang kecil dan tak cukup untuk makan sekeluarga. Untuk pergi ke keramba saya harus menaiki perahu. Harga perahu awalnya tanpa ditawar adalah 80-100 ribu, namun kita bisa menawarnya hingga harga 40-50 ribu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar