Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia
Bahasa
merupakan suatu pengantar manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain. Mulai
dari balita hingga dewasa manusia mempunyai tingkat kemampuan berbahasa yang
berbeda. Tentu saja, seiring berjalannya waktu kemampuan tersebut akan semakin
baik. Sehingga seseorang akan mampu menyesuaikan keberadaannya dengan kondisi
disekitarnya. Namun, seperti telah diketahui manusia juga banyak menciptakan
banyak ragam bahasa. Begitu juga tingkat kehalusan dan gaya berbahasa. Di
kalangan mahasiswa pun memiliki gaya berbahasa yang berbeda. Sebagian besar
mahasiswa menggunakan gaya bahasa yang santai dalam berkomunikasi. Mereka
memiliki tatanan atau kosa kata yang cenderung melenceng bahkan tidak sesuai
dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) yang ditetapkan dalam Bahasa Indonesia. Bagaimana
cara menumbuhkan sikap bahasa yang positif bagi mahasiswa? Tentu saja kembali
pada individu masing-masing. Mahasiswa merupakan tingkat pelajar berlevel
tinggi, hal ini tentu saja merupakan cerminan bahwa seorang mahasiswa tentu
telah memiliki kemampuan intelektual yang tinggi pula termasuk dalam berbahasa.
Mahasiswa diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik di bidang formal maupun
informal.
Sebagai
lambang identitas nasional, bahasa Indonesia dijunjung tinggi di samping
bendera nasional merah putih, dan lagu nasional bangsa Indonesia, Indonesia
Raya. Dalam melaksanakan fungsi ini, bahasa Indonesia tentulah harus memiliki
identitasnya sendiri sehingga serasi dengan lambang kebangsaan lainnya. Bahasa Indonesia
dapat mewakili identitasnya sendiri apabila masyarakat pemakainya membina
dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur
bahasa lain, yang memang benar-benar tidak diperlukan, misalnya istilah atau kata
dari bahasa Inggris yang sering diadopsi.Kata tersebut sudah ada padanannya
dalam bahasa Indonesia.Sejalan dengan fungsinya sebagai alat perhubungan antar daerah
dan antar budaya, bahasa Indonesia telah berhasil pula menjalankan fungsinya
sebagai alat pengungkapan perasaan. Kalau beberapa tahun yang lalu masih
ada orang yang berpandangan bahwa bahasa Indonesia belum sanggup
mengungkapkan nuansa perasaan yang halus, sekarang dapat dilihat kenyataan
bahwa seni sastra dan seni drama, baik yang dituliskan maupun yang dilisankan,
telah berkembang demikian pesatnya. Hal ini menunjukkan bahwa nuansa perasaan
betapa pun halusnya dapat diungkapkan secara jelas dan sempurna dengan menggunakan
bahasa Indonesia. Kenyataan ini tentulah dapat menambah tebalnya rasa kesetiaan
kepada bahasa Indonesia dan rasa kebanggaan akan kemampuan bahasa Indonesia.
Jadi
kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan ini adalah bahasa Indonesia merupakan
bahasa nasional dimana memiliki fungsi yang penting sebagai identitas dan pemersatu
bangsa.Perlunya memiliki sikap positif yang meliputi kesetiaan bahasa,
kebanggaan bahasa dan kesadaran akan adanya norma bahasa agar bahasa Indonesia
tetap bertahan dan terpelihara.
Sumber : - http://www.scribd.com
- http://lisapurnamylullaby.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar